Pendingin Di Musim Panas Ala Bandung
Friday, 19 Februari 2016 15:33 WIB | Dibaca 585 Kali

Di Tatar Sunda es lilin adalah primadona dari zaman kemerdekaan hingga pertengahan tahun 1980-an. Kala itu dessert segar tersebut adalah favorit semua lapisan masyarakat, baik kelas atas maupun bawah semua menggemarinya. Bahan baku pembuatnya adalah santan, tepung es, dan gula. Antara tahun 1950 hingga 1980 menjadi era kejayaan es lilin. Penjualnya biasa keluar masuk perkampungan kota Bandung sambil mendorong gerobak. Dulu hanya ada dua varian es lilin, yaitu kacang ijo dan kelapa muda. Rasanya manis, ada sedikit sentuhan gurih, dan menyegarkan meski saat itu udara Bandung masih sangat dingin. Es-nya urang Bandung ini mulai kehilangan pamor di pertengahan 1980, setelah undang-undang penanaman modal asing disahkan. Bandung pun diserbu oleh produk es krim khas barat yang memiliki tekstur lembut.

Warga Bandung masih mencintai es lilin, terbukti dengan banyaknya UKM yang terus berusaha untuk menyesuaikan dengan lidah pasar. Salah satunya adalah es lilin Aneka Rasa yang ada di Jalan Cikawao. Toko milik Bapak A. Setia Permana itu memulai usahanya pada tahun 2006. Ia melakukan masa percobaan selama 3 bulan untuk mencari resep es lilin yang paling pas, seperti yang pernah dirasakannya waktu kecil dahulu. Saat ini produknya menjadi favorit, tak hanya di Bandung tapi juga sering dikirim ke luar daerah seperti Jakarta, Bogor, Garut, dan Bali. Es Lilin Cikawao ini dibuat dari bahan-bahan alami dengan lebih dari 10 rasa. Pak A. Setia
 

Permana tak ragu untuk mendengarkan saran konsumen mengenai terobosan rasa-rasa baru. Beberapa rasa es lilin yang dijualnya adalah cokelat, strawberry, kacang ijo, kelapa muda, mangga, alpukat, durian, ketan hitam, capucciono, dan masih banyak lagi. Teksturnya lembut dan memiliki daya beku cukup lama sehingga cocok sebagai oleh-oleh.

Es Lilin Bandung Aneka Rasa ini berada di Jalan Cikawao yang dapat dijangkau menggunakan angkot rute Sukajadi-Kebon Kalapa (warna biru), Buah Batu-Kebon Kalapa (biru), Elang-Cicadas via Binong (warna merah), Dago-Kebon Kalapa (hijau, oranye), atau Ledeng-Kebon Kalapa (hijau, biru muda). Setiap harinya tempat ini buka pukul 08.00 – 18.00.

Sumber LInk


comments powered by Disqus
Other About Bandung
Pisang Molen Bandung Punya
Friday, 19 Februari 2016 15:45 WIB

Pisang molen adalah semacam kue pastry yang diisi oleh pisang matang dan juga dilengkapi dengan...

Semurah Oleh-Oleh Bandung (Brownies)
Friday, 19 Februari 2016 15:39 WIB

Brownies, kue yang satu ini sudah cukup dikenal dan tidak asing lagi bagi masyarakat. Rasa...

Cireng Pedas Ti Sunda Tea
Friday, 19 Februari 2016 15:38 WIB

Cireng super pedas terbuat dari Aci, tapioka, terigu yang diolah dan digoreng secara tradisional...